Yogyakarta ,malioboro
Siang dan Malam yang Berbeda Saat pagi buta, Malioboro masih sepi. Hanya ada beberapa pedagang yang baru menata dagangannya, dan beberapa pesepeda yang lewat. Tapi, menjelang siang, jalan ini mulai "bangun". Deretan toko dan lapak mulai dipenuhi pengunjung. Lalu lintas mulai padat dengan becak, andong, dan motor yang sliweran. Kalau kamu jalan kaki, kamu bakal merasakan energi yang unik. Kamu akan denger suara klakson, celotehan tawar-menawar, dan musik dari pengamen jalanan yang bikin suasana makin hidup. Saat malam tiba, Malioboro berubah total. Pedagang kaki lima mulai gelar lapak lesehan, menyulap trotoar jadi area makan yang asyik. Aroma sedap dari gudeg , nasi pecel , atau sate klatak langsung tercium. Duduk lesehan di pinggir jalan sambil menikmati makan malam adalah salah satu ritual wajib di sini. Kamu bisa melihat lampu-lampu di sekitar jalanan yang mulai menyala, menambah kesan romantis. Lebih dari Sekadar Belanja Malioboro memang identik dengan belanja ...